IMPLEMENTASI BUDAYA MUTU DALAM BENTK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN REAKREDITASI PRODI DI LINGKUNGAN SEKOLAH VOKASI
Dalam dunia pendidikan tinggi, mutu tidak hanya dibangun melalui dokumen, standar, dan sistem penilaian, tetapi juga melalui sikap, kebiasaan, dan cara kita merespons proses. Budaya mutu, sebagaimana ditekankan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi terbaru, bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan tentang bagaimana setiap tahapan dijalani secara bertanggung jawab, reflektif, dan berkelanjutan.
Pengalaman sederhana seperti kendala unggah berkas di sistem digital mengingatkan saya bahwa penjaminan mutu tidak selalu hadir dalam bentuk angka atau laporan akreditasi. Ia hidup dalam kesabaran saat sistem tidak terhubung, dalam ketelitian mencatat kendala, dan dalam komitmen untuk tetap memenuhi standar meskipun menghadapi hambatan teknis. Di sinilah budaya mutu bekerja—bukan sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai kesadaran bersama untuk terus memperbaiki proses.
Sekolah vokasi merupakan sebuah fakultas yang terbentuk dari prodi-prodi di bawah naungan Politeknik Harapan Bersama yakni ada 13 prodi yang masing-masing sudah memiliki akreditasi Baik dan Baik Sekali.
Dengan adanya aturan terbaru maka tiap BAN -BT dan LAM memiliiki kebijakan menyesuaikan edaran terbaru yakni Tidak Terakreditas, Terakreditasi dan Unggul.
Berikut ini adalah Laporan untuk beberapa Akreditasi untuk beberapa prodi
- PROGRAM STUDI D3 TEKNIK ELEKTRONIKA
- PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN
- PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI
- PROGRAM STUDI D3 FARMASI
- PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KOMPUTER
- PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN
- PROGRAM STUDI D3 DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
- PROGRAM STUDI D3 PERHOTELAN
- PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN
- PROGRAM STUDI D4 TEKNIK INFORMATIKA
- PROGRAM STUDI D4 AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
- PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN
- PROGRAM STUDI PENDIDIKAN VOKASI
Komentar
Posting Komentar