Menjadi Inspiring Lecturer Paragon: Sebuah Perjalanan Menginspirasi dan Terus Belajar

Melihat Informasi Saat Scroll TikTok

Semua berawal dari kebiasaan sederhana saat membuka media sosial. Ketika sedang melakukan scrolling di TikTok, saya menemukan sebuah informasi mengenai Inspiring Lecturer Program (ILP) Paragon. Program ini menarik perhatian saya karena menawarkan kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta berkontribusi dalam menciptakan dampak yang lebih luas bagi dunia pendidikan.

Informasi yang disampaikan cukup menarik dan relevan dengan peran saya sebagai dosen. Rasa penasaran membuat saya mencari tahu lebih lanjut mengenai program tersebut, mulai dari tujuan, manfaat, hingga tahapan seleksinya.

Mungkin modal nekat, bisa dibilang begitu, saya gak tau apa itu, tapi saya hanya modal chat admin di tik tok.

Tertarik untuk Mendaftar

Setelah membaca berbagai informasi yang tersedia, saya semakin yakin untuk mengikuti program ini. Saya melihat ILP Paragon sebagai kesempatan untuk belajar, bertukar pengalaman dengan dosen dari berbagai institusi, serta mengembangkan ide-ide yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

Dengan semangat untuk terus berkembang dan keluar dari zona nyaman, saya memutuskan untuk menyiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Proses pendaftaran menjadi langkah awal yang penuh harapan sekaligus tantangan untuk membuktikan kesiapan diri mengikuti program ini.

Lolos Babak Administrasi

Beberapa waktu setelah mengirimkan berkas pendaftaran, kabar yang ditunggu akhirnya datang. Saya dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tentu saja, informasi ini menjadi kabar yang sangat membahagiakan dan menambah motivasi untuk melanjutkan proses seleksi berikutnya.

Lolos administrasi bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tahapan yang lebih menantang. Saya menyadari bahwa masih banyak proses yang harus dilalui, sehingga diperlukan persiapan yang lebih matang baik dari sisi pengetahuan, pengalaman, maupun kesiapan mental.

Lanjut ke Tahap Berikutnya

Keberhasilan melewati seleksi administrasi memberikan energi baru untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Saya mulai mempersiapkan diri dengan lebih serius, mempelajari informasi terkait program, merefleksikan pengalaman sebagai pendidik, serta mempersiapkan berbagai kemungkinan yang akan dihadapi pada proses seleksi berikutnya.

Apapun hasil akhirnya nanti, mengikuti ILP Paragon sudah menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya keberanian untuk mencoba, semangat untuk terus belajar, dan keyakinan bahwa setiap kesempatan dapat menjadi jalan untuk bertumbuh.

Langkat pertama memang saya gabung ke grup wa tersebut, dimana anda pengumuman utk acara di tanggl 13 Juni 2026, secara online.


Berikut adalah Link youtube acara nya klik disini


beberapa tangkapan layar yang saya cermati :

Saya merupakan salah satu dosen yang beruntung, karena ternyata saya satu dari ribuan dosn yang mendaftar ke ILP 2026, walaupun saya hanya dosen yagn mengajar dari kampus di salah satu kota kecil di daerah Jawa Tengah. Dan dari sekita 9 juta lebih mahasiswa di Indonesia, saya hanya mengajar hanya mungkin puluhan mahasiswa. 


Keaftifan kita ditunut agar kita mengikuti semua kegiatan di LMS, baik acara nya maupun tugasnya harus bisa diikuti dengan baik. Karena hanya peserat yang loloslah yang bisa mengikuti pengajuan proposal riset. 



Perjalanan ini masih berlanjut. Semoga langkah berikutnya dapat memberikan hasil terbaik dan menjadi pengalaman yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri saya sendiri, tetapi juga bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat yang saya layani.

Sesi ONLINE, 20 Juni 2026, 

Sesi online 1 akses di kik disini

Rekaman materi sesi pertama bisa diakses di klik disini 

Adapun LMS dapat diakses di laman https://ilpacademy.id


Mau tau apa saja materi selama Training ?

Narasumber 1:

I Made Andi ARsana, ST, ME, Ph.d

Reimaginging the classroom teaching in the age of gen Z 




Persamaan antara generasi yakni .....
Perbedaan idol akan memberikan beda persepsi antara beberapa generasi.
Beda gap antara generasi, sperti hobby terhadap musik, ya...hanya beda selera saja tidak ada yang salah. 
1. understnding generate: the gap
2. startign from the end
3. suka analogi : quick count
4....
5. 
6....
7....
8.....
9.




Ingat !!!
Gen z lebih senang melihat video pendek dan diulang-ulang daripada harus video panjang, jadi buatkan video yang pendek tapi bisa membuat merek termotivasi untuk menggerakkan rasa ingin tau, dan Gen Z juga senang gamifikasi.

Refleksi saya saat mengajar :
  1. Saat saya meminta mahasiwa saya membaca akan lama ataut diak semua membaca, tapi ketika diskusi, mereka akan berkelompok dengan temen yang sejalan dan berdiskusi, tapi paparan singkat terkadang tidak bbanyak bisa menerima dengan baik, harus pendekatan ke satu kelompok 
  2. Pada saat praktik saya selaku memberikan sautu kasus, dan pada saat ada mahasiswa yanga berhasil menyelesaikan terlebih dahulu, akan melakukan mentoring kepada temannya, karena saat rekan mereka yang memberikna mentoring akan lebih bisa diterima dan yang kedua memberikan pengalaman rekan yagn sharign tersebut tentang cara berbagi.
Dari Q n A , ada pertanyaan menarik, bagiaman pengajran kita dimana tuntunttan kurikulum OBE dengan berbagai  CPL, CPMK nah ini, bisa kita coba refleksi sendiri bagaimana pembeljaran kita  sejauh mana, nah kita bisa melakukan CPMK jangan terlalu banyak, tetapi mahasiswa dapt mengerti dan me


















tugas : https://docs.google.com/document/d/1-NzUmClzNeM2G55gUoe-scBS11zLdQiq9qsB6CIkrT8/edit?tab=t.0


ttugas klik here
persiapan LMS 





Meet ke-2
27 Juni 2026
materi minggu ini adalah tentang bagaimana melakukan penelitian berdampak

Adanya peningaktn publikasi di Indonesia degnan adanya beberapa program adnaya sinta, dst.
kabar baik, peruahan mungkin terjadi
kabar buruk : walaupun jumlah publikasi banyak, tetapi jika di breakdown, maka jika diklasisfikan kan jurnal baik, buruk ataupun tidak dalam jurnla, maka kebnyakan adanya kebanyakan jurnal yang prosiding, maka jurnal publikasi dengan garis tebal yanga da di grafik, artinya pengaruh ilmiha di Indonesia masih rendah.
Jumlah sitasi di Indosia jauh lebih rendah dibandingkan negara-neara lain



































metode yang salah disini y

DISKUSI







Refleksi Tugas  2 :




Hari ini, Sabtu tanggal 4 Juli 2026, dimana materi ketiga disampaikan . 
 PENGUMUMAN: MANDATORY BOOTCAMP SERIES 3 - ILP 2026

Halo Bapak/Ibu! Mari bersiap untuk kembali meningkatkan kapasitas dalam agenda Mandatory Bootcamp Series 3 ILP 2026:

📚 Topik: "RESEARCH THAT SERVES: TRANSLATING KNOWLEDGE INTO COMMUNITY ACTION"
👤 Pembicara: Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP., M.T., ASEAN Eng. (Dosen Universitas Padjajaran, Pendiri The Local Enablers)
📅 Hari/Tanggal: Sabtu, 4 Juli 2026
⏰ Waktu: 08.00 - 12.00 WIB / 09.00 - 13.00 WITA / 10.00 - 14.00 WIT
📍 Platform: Zoom Meeting & YouTube Streaming

Pagi ini saya coba buka Pre testnya dan saya isi, memang saya mengisi dengna jujur, sejauh saya isi saya mulai mengerti kiranay hari ini akan membahas tentang apa. Pembahsana kurang lebih akan mengups tentang bagaiamna kita memberikan materi di PKM atau salah satu tridarma dosen, tetapi tidka hanya sekedar pengabdian , melainkan pengabdian yang berdampak di masyarakat.




outcome itu kebermanfaat, jika sudah ada kebermanfaatan maka baru akan berdampak.
Uotpu bisa produk, modul , metode.

Bagaimana agara pengabdian kita bukan cuma formalitas?






Tiga Implikasi PKM


CANVAS 1:



perjelas jagnka panjang, aktraonya soapa saja, jangan fokus hanya produknya , tapi juga dampaknya secara jangka berkanjutan atau sutaibility, outcome bukan hanya output.
Canvas 2:



contoh pengisisan: 




























































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis bagi Seorang Pendidik

KANG ENCON RAHMAN, FROM ZERO TO HERO

JADIMAJU _ Membuat Artikel Jurnal Scopus dengan memanfaatkan AI by Ahmad Fauzi. S.Pd, M.Pd