PENINGKATAN SOFTSKILL MELAHIRKAN PEMIMPIN YAMG BERKARAKTER

Memimpin itu bukan sesuatu yang mudah memerlukan beberapa hal yang harus dimiliki untuk menjadi  seorang pemimpin yang berkarakter. 



Acara peningkatan softskill leadership yang diadakan oleh Universitas Harkat Negeri di Kalisoga selama 2 hari yakni tanggal 10-11 Juni 2026 merupakankali kedua yang saya ikutin, selama menjalankan amanah di UHN, yang pertama saat diberikan amanah di level prodi ( kaprodi D3 Teknik Komputer ) dans eakarang saat amanah di level dekanat (WadekSevo). Awalnya memang berat untuk mengikuti acara ini karena diberbagai kesibukan dan agenda yang padai di pertengahan semster genap ini, tetapi memang terdadang kita perlu jeda dan perlu melakukan refleksi diri untuk memotret kondisi kita saat ini. Yang nantinya ptoret tersebut bisa menjadi ajanga bagi diri kita melakukan introspeksi diri terhadap kesiapan kita di saat ini dan masa yang akan datang, baik menjadi diri pribadi ataupun menjadi bagian dari sautu organisasi tau bahkan manjadi bagian dari manajemen berorganisasi atau menduduki jabatan tertentu.

Bersyukur mendapatkan kesenpatan mengikuti kegiatan ini karena memang kegiatan softskill leadership ini sudah marak dilakukan di luar sana baik oleh suatu kelompok pemimpin ataupun perusahaan, bahkan harga tiketnya cukup menguras kocek kita. sehingga dengan mengikuti kegiatan ini  saya mendapatkan rejeki  ilmu selain menjalankan tugas negara yang wajib diikuti oleh dosen struktural  UHN. Inilah catatan sealam 2 haridan hasil refleksi diri terhadap kesiapan terhdapat transformasi yang akan dan masih terus berjalan untuk berproses dari UHN 1.0, UHn 2.0 dan UHN 3,0

Hari pertama, 10 Juni 2026

Acara dilakuakan ealam dua hari dan ada beberapa dosen yang berangkat menggunakan armada sendiri dan ada juga yang bersama dengan rombongan dari kampus dengan bus Santosa. Saya termasuk salah satu yang mengikuti rombongan di bus 2, saat duduk di bangku keuda bus, saya bernita iuntuk menyiapkan hari dan diri sebagai kertas kosong yang siap menerima apapun tu, baik materi, ataupun persipan mental utnuk bisa menerima materi dengan baik, karena saya memang dalam beberapa bulan terakhir ini,,..yah mungkins atu tahun, saya mengikuti kaji roso atau membenahi diri dari dalam , karena saya mulai sadar betapa pentingya keselarasan IQ, ES dan SQ. 

Perjalanan kami cukup lancar, dan bus juga agak lenagng karena peserta di bus satu mungkin lebih banyak, dan banyak juga dosen yang langsung berangkat ke lokasi karena tempat tinggal mereka lebih dekat ke lokasi dibandingkan harus ke kampus terlebih dahulu.

Dan sampai di kalisoga tepat jam 7.50 WIB, sementara acara dimulai tepat jam 8.00 WIB. Kami langsung menuju tempat pelatihan , tepatnya di pendopo bagian depan dan registrasi peserta, saya masuk dikelompok 11 dimana tiap kelompok terdiri dari 5 dosen.  Satu kelompok saya antara lain Pak Andri, Pak Hendra, Pak Roni dan Pak David. 


Seperti biasa acara ini selalu terdiri atas paparan narasumber kemudian tim fasilitator untuk memotet hasil paparan yang diterima oleh para pesertta dan bagaimana respon dari para peserta.

Acara dibuka oleh tim fasilitator yakni yakni bang Ucok atau nama lengkapnya adalah Sahala Harahap, SP.SI, PSI, MSM dengan tema "Menavigasi Perubahan",  dan kemudian kami diperkenalkan dengan tim beliau,  ada 3 atau ada beberapa , salahs atunya resti yakni yang akan membawa kita untuk melakukan meditasi. Meditasi merupakan salah satu cara untuk membuat kita fokus, dimana kita fokus terhadap  diri kita,  kita untuk hadir di suatu kegiatan., mulai dengan duduk nyaman, dalam kondisi tegak, untuk fokus terhadap diri kemudian memejamkan mata kemudian berkomunikasi dengan diri sendiri untuk menyiapkan otak pikiran dan beberapa Indra kita untuk hadir utuh di acara tersebut , dengan mengelola nafas kita, otak kita, dan setelah beberapa menit , kita diminta buka amta kembali.  Selanjutnya fasilitator bertanya kepada  kita "bagaimana kesiapan kita untuk menjadi kepribadian siap untuk acara hari ini".  O ya saat  meditasi kita sempat harus bertanya kepada diri kita ,   dua pertanyaan yang pertama adalah apa kabar hari ini terhadap diri kita yang kedua adalah mau apa kita hadir dalam acara ini pagi ini /

m untuk memberikan hak warga menjelang gambaran transformasi harga di negeri yang transfer masyarakat negeri yaitu dari 1.02.0 dan 3.0 takaran pak Sudirman said tenta…

kemudian setelah acara narasumber pertama dilanjutkan fasilitator bahwa kita ditanya bagaimana kesiapan kita untuk menjadi kepribadian siap untuk mencapai bahwa air menjadi dikenal oh ya sebelum paparan dimulai ke acara meditasi kita sempat ditanyakan dua pertanyaan yang pertama adalah apa kabar hari ini terhadap diri kita yang kedua adalah mau apa kita hadir dalam acara ini pagi ini dan kita diminta menjawab share

setelah paparan pak Sudirman said atau bapak rektor kita diberikan waktu untuk mengekspresikan apa yang harus kita lakukan menuju transformasi yang didasarkan negeri 2.0 kami diberikan satu kotak alat bantu di situ ada tusuk gigi ada clay atau malam atau lilin berwarna-warni kemudian ada sumpit dua pasang dan ada karet gelang yang lumayan besar debit itu kami diminta dalam satu kelompok kami dapat satu tu dan di situ kami diminta untuk memberikan ekspresi kita atau apa yang ada di minat kita dipikiran kita untuk menciptakan dulu titik nol seperti itu. apa yang saya gambarkan perbedaan fasilitas itu yang pertama saya mengambil keliling berwarna pink kemudian tempat tusuk gigi dan satu bernama emas dan saya bentuk ke semua itu mungkin satu gambaran keliling saya tumpuk yang satu lebih kecil yang satu lebih besar kemudian yang kecil saya tusukkan 4 tusuk gigi dan 4 tusuk gigi itu disatukan menjadi satu ikatan menggunakan ikatan lemah yang artinya bahwa gambar ini tidak ke atas ya tapi dari samping kiri kanan atau kiri kanan ke kiri benang emas itu menimbulkan berbagai pribadi punya gold dalam dirinya yang bisa kita balurkan di villa-villa tersebut menuju yang sudah ada di sekarang menjadi pada titik 0 kemudian kita menuju 2.9 pilar-pilar tersebut akan terisi oleh sumber daya sumber daya emas yang bisa menciptakan inovasi menciptakan benda matinya kepada universitas negeri sehingga dapat membentuk dua titik 0,0 dan lebih bermanfaat bagi masyarakat banyak

yang itulah kemudian kami terima mencoba sharing masing-masing pribadi memberikan refleksi dirinya terhadap paparan dari bapak Sudirman said ada yang menggunakan piramida gading yang diatasnya juga emas ada juga yang membuat ketapel karena filosofinya adalah ketapel adalah alat untuk mencapai lompatan tertinggi kemudian ada juga yang tua dan kemudian ada juga yang satu kayak sate gitu ya tetapi warna-warni belum lebaran satu kesatuan untuk mencapai

Hari kedua , 11 Juni 2026

Pagi yang cerah, setalah kami terbagung di pagi hari di tenda 2. Pagi yang penuh dengan kehangatan karena setalah melek mata kita masih dipertemuakan rekan -rekan dalam satu tenda dalam kondisi sehat wal afiat. Ini foto 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis bagi Seorang Pendidik

KANG ENCON RAHMAN, FROM ZERO TO HERO

JADIMAJU _ Membuat Artikel Jurnal Scopus dengan memanfaatkan AI by Ahmad Fauzi. S.Pd, M.Pd