Sosialisasi Penggunaan Growtrack sebagai alat bantu Pendeteksi Stunting Berbasis Internet of Things untuk kegiatan Pengabdian Masyarakat di Semester Genap TA 2025/2026

 



1. Urgensi Pencegahan Stunting: Melindungi 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Stunting merupakan ancaman nyata bagi masa depan bangsa, dengan prevalensi di Indonesia yang masih menyentuh angka 21,5%. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan adalah titik kritis di mana keterlambatan deteksi dapat berdampak permanen pada perkembangan kognitif, motorik, dan produktivitas anak di masa depan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan pengukuran adalah garis pertahanan pertama dalam mencegah gagal tumbuh pada balita.
2. Tantangan Metode Konvensional: Mengapa Kita Perlu Berinovasi?
Selama ini, Posyandu masih mengandalkan alat manual seperti dacin atau stadiometer yang memiliki beberapa kelemahan utama. Proses pengukuran manual sering kali memakan waktu lama sehingga membuat bayi rewel, rentan terhadap human error dalam pembacaan visual, serta sistem pencatatan buku fisik yang mudah rusak atau hilang,. Hal ini menyebabkan analisis status gizi anak sering terlambat dipetakan.
3. Mengenal Growtrack: Ekosistem IoT Masa Kini untuk Posyandu
Growtrack hadir sebagai solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk menggantikan proses manual tersebut menjadi deteksi instan. Perangkat ini dilengkapi dengan:
  • Sensor Ultrasonik JSN-SR04T: Mengukur tinggi badan secara otomatis hingga 170 cm tanpa sentuhan fisik.
  • Sensor Load Cell & HX711: Membaca berat badan secara akurat hingga 200 kg.
  • Mikrokontroler Wemos D1 R2: Bertindak sebagai otak yang mengirimkan data hasil pengukuran langsung ke database cloud MySQL melalui koneksi Wi-Fi,.
4. Alur Kerja Cerdas: Tangkap, Kirim, dan Analisis
Sistem Growtrack bekerja secara otomatis melalui tiga tahapan utama:
  1. Tangkap (Capture): Balita cukup berdiri di atas alat, dan dalam hitungan detik data tinggi serta berat badan ditangkap secara otomatis.
  2. Kirim (Transmit): Data dikirim ke server pusat melalui framework Flask.
  3. Analisis (Predict): Algoritma website membandingkan data dengan Z-Score WHO menggunakan model Machine Learning (Logistic Regression) untuk mengeluarkan status stunting secara real-time


5. Akurasi Tinggi dan Fitur Pendukung Intervensi Gizi
Sistem ini memiliki tingkat akurasi mencapai 93% dengan sensitivitas 100% dalam menangkap data positif stunting. Selain diagnosis, Growtrack juga menyediakan fitur Saran MPASI yang memberikan rekomendasi menu makanan pendamping ASI berdasarkan usia balita untuk membantu pemulihan gizi. Bahkan, tersedia kuesioner cerdas untuk prediksi risiko calon ibu guna memutus rantai stunting sejak sebelum persalinan.
6. Bukti Implementasi: Kesuksesan di Posyandu Slawi Wetan
Teknologi ini telah teruji di lapangan, salah satunya di Posyandu Slawi Wetan, di mana sistem terbukti 100% responsif dalam membedakan balita sehat dengan balita yang berisiko mengalami gagal tumbuh (growth faltering). Dengan platform yang responsif, kader Posyandu maupun orang tua dapat memantau riwayat pertumbuhan balita kapan saja melalui smartphone
Realisasi Pengabdian: Implementasi Growtrack di Posyandu Mawar
Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) pada Semester Genap TA 2025/2026 ini telah sukses dilaksanakan sebanyak dua kali, bertepatan dengan jadwal rutin di Posyandu Mawar, Desa Jenggaru, pada bulan Juni dan Juli tahun 2026. Tim pengabdian dari Universitas Harkat Negeri turun langsung ke lapangan untuk mengimplementasikan Growtrack, sebuah inovasi alat pendeteksi stunting berbasis Internet of Things (IoT).
Deteksi Digital untuk Akurasi Tinggi
Dalam dua kali pelaksanaan tersebut, Growtrack digunakan untuk mendeteksi setiap balita yang datang ke Posyandu. Berbeda dengan metode manual yang rentan terhadap human error, penggunaan sensor ultrasonik dan load cell pada Growtrack memastikan pengukuran tinggi dan berat badan dilakukan secara otomatis dalam hitungan detik. Hal ini sangat membantu kelancaran kegiatan di Posyandu Mawar karena prosesnya yang cepat mencegah antrean panjang dan mengurangi risiko bayi rewel saat diukur. Dengan tingkat akurasi mencapai 80%, sistem ini memberikan kepastian data yang sangat krusial bagi deteksi dini stunting.
Kolaborasi dan Laporan Evaluasi kepada Bidan Neli
Sebagai bagian penting dari ekosistem pencegahan stunting, seluruh data hasil deteksi dari Growtrack telah dirangkum ke dalam laporan evaluasi yang diserahkan langsung kepada Bidan Neli. Laporan ini tidak hanya berisi angka mentah, tetapi juga hasil analisis status gizi balita yang terdeteksi secara real-time oleh sistem. Melalui laporan digital ini, Bidan Neli selaku tenaga kesehatan setempat dapat memantau tren pertumbuhan anak dengan lebih mudah dan merancang intervensi gizi yang tepat sasaran bagi balita yang terdeteksi berisiko mengalami gagal tumbuh (growth faltering).
Penutup: Mewujudkan Indonesia Bebas Stunting Kegiatan pengabdian masyarakat di Semester Genap TA 2025/2026 ini diharapkan dapat mendorong penggunaan teknologi tepat guna yang fleksibel dan mudah dioperasikan. Dengan Growtrack, kita bersama-sama memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam meraih masa depan emas mereka



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis bagi Seorang Pendidik

KANG ENCON RAHMAN, FROM ZERO TO HERO

JADIMAJU _ Membuat Artikel Jurnal Scopus dengan memanfaatkan AI by Ahmad Fauzi. S.Pd, M.Pd